Ini Sosok ‘Sultan’ di Balik Kasus Pemerasan Eks Wamenaker Noel
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya sosok yang dijuluki ‘sultan’ dalam kasus pemerasan sertifikasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang menjerat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel. Julukan itu diberikan Noel kepada bawahannya yang dikenal memiliki banyak uang.
Sosok Sultan yang Dimaksud
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa sosok ‘sultan’ tersebut adalah Irvian Bobby Mahendro (IBM), Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 periode 2022–2025. Irvian termasuk satu dari 11 tersangka dalam kasus pemerasan sertifikasi K3 ini.
“IEG menyebut IBM sebagai sultan, maksudnya orang yang banyak uang di Ditjen Binwas K3,” ujar Setyo.
Duit Rp 3 Miliar untuk Renovasi Rumah Noel
Dalam keterangan KPK, Noel mendapat jatah uang sebesar Rp 3 miliar dari Irvian untuk merenovasi rumahnya di kawasan Cimanggis. Selain itu, Noel juga menerima satu unit motor Ducati tidak lama setelah dilantik sebagai Wamenaker pada Oktober 2024.
Aliran Dana Pemerasan Sertifikasi K3
Skema pemerasan sertifikasi K3 di Kemnaker telah berlangsung sejak 2019. Biaya resmi yang seharusnya Rp 275 ribu dipatok hingga Rp 6 juta. Dari praktik ini, terkumpul dana sekitar Rp 81 miliar.
- Irvian ‘sultan’ tercatat menerima aliran dana terbesar, mencapai Rp 69 miliar.
- Uang hasil pemerasan digunakan untuk belanja, hiburan, hingga membeli aset properti.
- Noel mendapat Rp 3 miliar plus motor Ducati sebagai jatah pribadi.
Daftar Tersangka Kasus Pemerasan K3
KPK telah menetapkan 11 tersangka yang kini ditahan sejak Jumat (22/8/2025). Berikut daftar lengkapnya:
- Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 2022–2025
- Gerry Aditya Herwanto Putra, Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi
- Subhan, Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3
- Anitasari Kusumawati, Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja
- Immanuel Ebenezer (Noel), Eks Wamenaker RI
- Fahrurozi, Dirjen Binwasnaker dan K3
- Hery Sutanto, Direktur Bina Kelembagaan
- Sekarsari Kartika Putri, Subkoordinator
- Supriadi, Koordinator
- Temurila, pihak PT KEM Indonesia
- Miki Mahfud, pihak PT KEM Indonesia
Penutup
Kasus ini menambah daftar panjang praktik korupsi di sektor ketenagakerjaan. Julukan ‘sultan’ yang disematkan kepada Irvian menunjukkan bagaimana praktik penyalahgunaan wewenang dapat melahirkan keuntungan besar secara ilegal. Kini, publik menantikan langkah KPK untuk menuntaskan perkara ini hingga ke akar-akarnya.